4 Remaja Putus Sekolah Diciduk Polisi Karena Lakukan Aksi Klitih di Sleman

4 Remaja Putus Sekolah Diciduk Polisi Karena Lakukan Aksi Klitih di Sleman – Empat remaja putus sekolah ditangkap polisi sebab lakukan tindakan klithih di lokasi Sleman. Waktu berlaga, aktor nekat membacok korbannya menggunakan clurit yang sudah diubah.

“Kita sukses papar serta tangkap empat terduga klithih menggunakan senjata tajam. Semua terduga masih tetap remaja tetapi statusnya tidak sekolah, telah putus sekolah,” kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah waktu jumpa wartawan di Mapolsek Ngaglik, Jumat (4/1/2019).

Ke empat remaja semasing inisial GO (19) masyarakat Turi, Sleman sebagai pelaksana eksekusi, RS (16) masyarakat Depok, Sleman, AJ (17) masyarakat Ngaglik, Sleman, serta AW (17) masyarakat Tepus, Gunungkidul.

Mereka berlaga pada 5 TKP berlainan di Kecamatan Ngaglik serta Mlati pada 30 Desember 2018 pagi hari, yaitu di Jalan Kapten Haryadi, serta awal mulanya di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Jalan Pendowoharjo dan Jalan Kaliurang.

“GO ini residivis masalah yang sama, ia sebagai pelaksana eksekusi di 5 TKP itu. Sedang jokinya bergantian serta satu orang masih tetap dicari inisial MI (19) belumlah tertangkap,” tambah Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto.

Waktu berlaga, GO terlebih dulu konsumsi miras serta pil koplo. Ia lalu ajak teman-temannya berkeliling-keliling naik sepeda motor serta mencari calon korban dengan acak.

Dua orang korban tindakan klithih beberapa aktor di Jalan Kapten Haryadi alami luka bacok dibagian punggung, yaitu SS (17) masyarakat Danurejan, Kota Yogya serta RF (17) masyarakat Godean, Sleman. Sedang untuk TKP yang lain, polisi belumlah terima laporan polisi dari korban tetapi telah mendapatkan pernyataan dari aktor serta sekarang masih tetap pendalaman.

“Tidak ada motif merebut barang bernilai punya korban, ia cuma punya niat melukai korbannya menggunakan sajam, dengan acak siapa yang didapati di jalan langsung dilukai,” jelas Yuliyanto.

Beberapa aktor diamankan di tempat tinggalnya semasing pada 3 Januari 2019. Dari tangan mereka, polisi mengamankan tanda bukti berbentuk satu clurit modifikasi, tiga helm serta dua unit sepeda motor matic.

Walau ada yang masih tetap berumur dibawah usia, semua aktor diyakinkan masih diolah hukum. Mereka dijaring UU Darurat 12/1951, Masalah 170 KUHP serta Masalah 351 KUHP. Intimidasi hukuman optimal 12 tahun penjara.