Aktor Menyeret Kucing Di Pekalongan Banjir Kecaman

Aktor Menyeret Kucing Di Pekalongan Banjir Kecaman – Aksi seorang pembonceng motor, ML (29) yang menyeret kucing di Pekalongan banjir kecaman. Sesaat setelah video aksi kejam itu menyebar di media sosial, polisi buka jati diri aktor.

Melalui nomor polisi yang terekam video, dijumpai pria yang membonceng motor berinisial ML. Video direkamn oleh seorang mahasiswi, Diefie Hafiez Maufalia (21). Diefie merekam karena berang lihat momen itu. Kemauannya untuk menegur aktor diurungkan karena takut berjalan perselisihan, lalu ditempatkan dengan membuat rekaman.

“Kucingnya diseret pakai motor. Saya lihat waktu di jalan Desa Babel, Kecamatan Wonokerto mengarah arah pantai (Wonokerto) jam 11.30 WIB (Minggu 10/2),” tuturnya.

Diefie tidak bisa yakinkan apakah kucing yang ditarik pakai tali itu sudah mati apa tidaklah. Diefie hanya lihat tali yang melilit leher kucing ditarik pembonceng motor.

“Pemboncengnya yang menarik kucing,” katanya.
Polisi mendatangi ML dalam tempat tinggalnya pada Minggu (10/2) malam. Waktu disuruh keterangannya, pengakuan ML berbelit-belit. Tengah keluarga menuturkan bila ML alami permasalahan jiwa sejak usianya 22 tahun.

Polisi lantas mengamankan ML dan membawanya ke RS Djunaid untuk memperoleh kontrol medis.

Menurut pengakuan kakak ML pada polisi, anak bungsu dari lima bersaudara itu mulai alami permasalahan jiwa tuntas belajar pengetahuan kebatinan tujuh tahun tempo hari.

“Terakhir berobat menurut pihak pihak keluarga pada Bulan November lalu di dokter Gito, sebelum ia pergi kerja di kapal jadi ABK,” kata Kapolsek Wiradesa, AKP Yorisa Prabowo waktu dijumpai detikcom di kantornya, Senin (11/2).

Bahkan, lanjut Yorisa, waktu kerja di kapal ML sempat diturunkan di Sumatera pada tanggal 23 Januari 2019 lalu, karena penyakit permasalahan jiwanya kambuh.

“Jadi karena sakitnya kambuh, oleh nahkoda diturunkan di Sumatera dan dijemput oleh Fadholi (kakak kandung),” kata Yorisa.

Tuntas momen, ML sempat mengaku pada keluarga bila dirinya memukul dan menyeret kucing.

“Katanya mendapatkan bisikan ghaib untuk memukul kucing sampai tidak memiliki lantas menyeretnya pakai tali,” lebih Yorisa Prabowo.

Kapan dan dimana aksi itu ditangani ML, polisi tidaklah sukses mengorek informasi lebih jauh.

“Sampai saat ini (Senin petang) masih dalam efek obat penenang, setelah sebelumnya disuruh informasi berbelit-belit,” paparnya.

Sampai polisi belumlah dapat juga mengumpulkan informasi dari ML atau buka seorang aktor yang lain yang lakukan tindakan jadi pengendara motor.

“Kita tidaklah dapatkan titik terangnya, dari tempat manakah aktor ini dapatkan kucing dan dibawa ke mana kucingnya serta satu aktor kembali siapa,” tutur Yorisa Prabowo.

Pihaknya sendiri saat ini menunggu kondisi kejiwaan ML tenang untuk kembali disuruh informasi.

Diluar itu, bila terukti bersalah ke-2 aktor ini akan dijaring dengan permasalahan 302 KUHP tentang penganiayaan binatang dengan intimidasi hukuman 9 bulan penjara.

Animal Defender Indonesia dengan resmi memberi laporan permasalahan penyiksaan seekor kucing oleh pembonceng motor yang berjalan pada polisi di Kabupaten Pekalongan. Anggota Animal Defender Indonesia dari seperti Yogyakarta, Jakarta dan Pekalongan melapor ke Sentra Service Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pekalongan.

Sekitar 12 pengagum satwa ini memberi laporan dua aktor yang menyeret seekor kucing menggunakan sepeda motor di jalanan. Mereka membawa bukti penyebaran video yang viral di media sosial.

Hari ini, kita laporan ke polisi, dan yang begitu menggembirakan adalah polisi sudah bertindak dari semalam,” kata Ketua Animal Defender Indonesia, Doni Hendaru, waktu dijumpai tuntas kerjakan laporan ke SPKT Polres Pekalongan, Senin (11/2) sore.

Ia berharap laporannya dikerjakan aksi agar penegakan hukum tentang hewan bisa jadi satu ketentuan hukum masih tetap.

“Hal ini agar bisa saja tolok ukur kawan-kawan dimana saja di tempat hukum Republik Indonensia terkait adanya penganiayaan hewan,” katanya.

Diwawancara terpisah, Kareskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto menuturkan laporan ini akan dikerjakan aksi.

“Ini akan kita tindaklanjuti. Karena (salah seorang aktor) diduga alami permasalahan jiwa masih ditangani kontrol kejiwaanya,” kata Agung.