Amun, Warga Karawang Tega Cekik Istri Sampai Tewas

Amun, Warga Karawang Tega Cekik Istri Sampai Tewas – Amun bin Ipong (42) , masyarakat Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Karawang tega mencekik istrinya sampai meninggal. Aktor seringkali bercekcok dengan sang istri Eni alias Suhaeni (45) sebab Amun selingkuh dengan wanita lainnya.

Amun awalannya tidak mengaku sudah membunuh istrinya. Dia menyebutkan, Eni wafat sebab sakit. Akan tetapi perkataan itu disangsikan oleh penyidik Polres Karawang. Waktu rekonstruksi, pada akhirnya Amun mengaku sudah mencekik istrinya sampai meninggal.

Rekonstruksi diselenggarakan didalam rumah kontrakan mereka di Kampung Rawabagi RT 02/16, Kelurahan Palumbonsari, Karawang. Aktor mengatakan mencekik leher Eni yang dinikahinya dua tahun lantas saat 20 menit.

” Motif aktor menghilangkan nyawa istrinya sebab ada orang ke-3 atu WIL sebagai selingkuhannya, ” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya , Rabu (26/9) .

Motif pembunuhan juga diperkokoh berdasarkan info saksi termasuk juga pemilik kontrakan. Walau mengatakan istrinya wafat sebab sakit akan tetapi pemilik rumah yang dihuni pasangan itu sering dengar pertikaian dengan dilatar belakangi perselingkuhan aktor dengan wanita lainnya.

” Masyarakat berprasangka buruk akan kematian korban, lantas memberikan laporan keganjilan itu ke pihak kepolisian, ” kata Slamet Waloya.

Sesudah dikerjakan olah TKP di kamar kontrakan, kata Kapolres, penyidik temukan keganjilan atas kematian korban Suhaeni sebab tidak hanya ada luka lebam dan hasil visum tunjukkan korban wafat bukan sebab sakit tetapi dibunuh lewat cara dicekik.

” Awalannya polisi mencurigai sikap suami korban. Sesudah itu kita interogasi, kita kerjakan penyelidikan serta terungkaplah pemicu kematian korban serta aktor tidak lainnya suami korban hingga kurang dari 24 jam aktor telah kita tangkap, ” kata Kapolres.

Amun dijaring Masalah 338 KUHPidana mengenai pembunuhan merencanakan. serta atau masalah 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman optimal 15 tahun penjara. ” Aktor pada akhirnya mengaku tindakannya sudah mencekik istrinya sendiri, serta diancam hukuman 15 tahun penjara, ” pungkas Slamet.