Anak Skate Di Bali Dihukum Denda Rp 100 Ribu, Bermain Di Trotoar

Anak Skate Di Bali Dihukum Denda Rp 100 Ribu, Bermain Di Trotoar – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menjatuhkan hukuman pidana denda sebesar Rp 100 ribu pada anak gaul yg main skateboard di trotoar. Hal semacam itu sama dengan Perda Nomer 1 Tahun 2015 mengenai Keteraturan Umum serta Perda Nomer 7 Tahun 2013 mengenai Daerah Tanpa ada Rokok.

Hukuman itu dijatuhkan dalam sidang tipiring yg di pimpin hakim PN Denpasar Ketut Kimiasa. Kepala Unit Polisi Pamong Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga menuturkan sidang tipiring sebagai bentuk penegakan untuk pelanggar Perda Kota Denpasar.

“Mereka yg disidangkan lantaran melanggar Perda Nomer 1 Tahun 2015 mengenai Keteraturan Umum serta Perda No 7 Tahun 2013 mengenai Daerah Tanpa ada Rokok. Masalah ini untuk berikan resiko kapok untuk pelanggar Perda, karena itu mesti dikerjakan sidang tipiring biar tak mengulang kelakuannya,” kata Dewa Sayoga dalam tayangan wartawan yg diterima wartawan, Jumat (5/7/2019).

Menurut dia, dari 14 pelanggar yg disidang tipiring, 9 orang merokok asal-asalan serta 2 orang pemilik cafe tidak ber-IMB. Ada pula tempat fitness yg mengakibatkan suara gaduh serta 1 orang pemain skateboard di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung.

“Dalam sidang itu, hakim menjatuhkan sangsi yg berlainan sama dengan pelanggaran yg dikerjakan. Salah satunya pemain skateboard dijatuhkan denda Rp 100 ribu, pelanggar Daerah Tanpa ada Rokok (KTR) denda Rp 150 ribu, tempat fitness Rp 250 ribu, PKL Rp 150 ribu, dan untuk pemilik cafe dijatuhkan denda Rp 1,5 juta,” cetus Dewa..
Baca pula: Tiga Guide Tidak Bersertifikat di Bali Diganjar hukuman Denda Rp 25 Juta

Seterusnya Dewa Sayoga menuturkan aktivitas ini pula jadi arena publikasi Perda. Sampai warga turut perduli serta turut bertanggungjawab atas keberlangsungan pembangunan di Kota Denpasar. Terutama dalam membuat kondisi yg aman, nyaman serta teratur ketujuan warga Denpasar yg bahagia.

“Kami tetap akan kerjakan sidang tipiring untuk yg melanggar hingga sampai warga memahami akan utamanya tata ketentuan serta kehadiran Perda,” tegasnya.