BPN Sebut Karni Ilyas Bakal Beri Bobot Tambah Debat Capres

BPN Sebut Karni Ilyas Bakal Beri Bobot Tambah Debat Capres – Komisioner Komisi Penentuan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari menjelaskan pidato capres nomer urut 02 Prabowo Subianto bertopik ‘Indonesia Menang’ adalah bentuk kampanye.

Hal tersebut diutarakan Hasyim selesai diminta info menjadi saksi pakar dalam masalah pendapat curi start kampanye.

“Jika Pak Prabowo itu, Pak Prabowo kampanye di depan beberapa pendukungnya, bentuk kampanyenya tatap muka sebab ada surat pemberitahuan ke Bawaslu akan lakukan kampanye tatap muka,” kata Hasyim di Kantor Tubuh Pengawas Penentuan Umum (Bawaslu), Jakarta, Kamis (25/1).

Dalam peluang itu, Hasyim pun diminta info berkaitan pidato capres nomer urut 01 Joko Widodo. Jokowi pun disangka lakukan curi start kampanye melalui program ‘Visi Presiden’.

Akan tetapi berlainan dari masalah Prabowo, Hasyim memandang pidato Jokowi bukan bentuk kampanye sebab dia bicara dalam kemampuan Presiden RI.

“Jika Pak Jokowi itu menyampaikannya menjadi apakah? Menjadi presiden ya. Yang dapat kampanye itu paslon karena itu mesti disaksikan konteksnya saat pidato itu, menjadi presiden atau paslon,” kata Hasyim menuturkan.

Hasyim menegaskam tempat KPU cuma untuk saksi pakar. Mereka cuma berkuasa memberikan pandangan, sedang Bawaslu yang akan memutuskan masalah itu.

Selanjutnya, Hasyim menyebutkan Prabowo belumlah pasti bersalah walau dapat dibuktikan lakukan kampanye di mass media. Bawaslu mesti pastikan kembali siapa yang menginisiasi program itu.

Bila pihak Prabowo yang punya niat menyiarkan, jadi paslon nomer urut 02 melanggar Masalah 276 ayat (2) Undang-Undang Nomer 7 Tahun 2017 mengenai Penentuan Umum. Dalam masalah itu dimaksud kampanye di mass media penyiaran baru bisa dikerjakan 21 hari sebelum waktu tenang.

“Pertanyaannya ialah itu memiliki bentuk iklan atau penyiaran? Jika iklan kan belumlah waktunya. Serta jika iklan itu ide peserta pemilu, pasang iklan kan berinisiatif. Jika penyiaran itu bermakna peserta pemilu pidato selalu ditayangkan oleh instansi penyiaran,” kata ia.

Awal mulanya, ke-2 pasangan calon dilaporkan ke Bawaslu berkaitan pendapat curi start kampanye. Mereka mengemukakan misi serta visi pada siaran tv di luar agenda kampanye.