Bunuh dan Kubur Bayi yang Baru Dilahirkannya, Guru di Magelang Terancam 15 Tahun Bui

Bunuh dan Kubur Bayi yang Baru Dilahirkannya, Guru di Magelang Terancam 15 Tahun Bui – Seseorang wanita, MR (26) , penduduk Desa Tanjungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, tega menghabisi nyawa serta mengubur bayi yg baru dilahirkannya sendiri. Diakui dia malu lantaran miliki anak hasil interaksi gelap.

” Yg terkait hamil, lantaran malu menutupi aibnya hasil hugel (interaksi gelap) . Lantaran malu punyai anak, namun tak punyai bapak, ia mengerjakan kekerasan pada anak yg baru dilahirkan, ” kata Wakapolres Magelang, Kompol Eko Mardiyanto, Selasa (16/4/2019) .

Terduga tak didatangkan kala titel perkara lantaran masihlah dalam perawatan. Akan tetapi berdasarkan info terduga terhadap polisi, pada Minggu (24/3) lebih kurang waktu 01. 00 WIB, udah melahirkan bayi wanita.

” Berdasarkan info ketika lahir ada usaha kekerasan. Hasil autopsi Polda, bayi dibekap dengan tangan (sampai wafat) , ” ujar Wakapolres.

Bayi didiamkan diatas karpet tiada dikasih kemeja lebih kurang 30 menit, lantas dibungkus serta diamkan dalam rumah. Sesudah itu Senin (25/3) siang sepulang ia dari mengajar, bayi itu baru dikubur di kebun bambu belakang tempat tinggalnya dengan memanfaatkan cangkul. MR mengubur sendiri bayinya itu pada kedalaman lebih kurang 50 cm.

Perkara itu baru tersingkap Senin (15/4) tempo hari dari peningkatan kabar penduduk. Polisi sesudah itu membuka area penguburan bayi serta sesudah itu dilaksanakan autopsi.

Gara-gara tingkah lakunya itu, MR sebagai seseorang guru PAUD itu bakal dijaring pelanggaran Clausal 80 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 terkait pergantian atas UU RI No 23 tahun 2002 terkait Perlindungan Anak dengan ultimatum pidana maksimum 15 tahun penjara serta/atau denda sangat banyak Rp 3 miliar.