Diduga Selewengkan Dana Desa, Eks Plt Kades di Maros Resmi Ditahan Jaksa

Diduga Selewengkan Dana Desa, Eks Plt Kades di Maros Resmi Ditahan Jaksa – Eks Plt Kepala Desa juga sekaligus Sekretaris Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan, Saharuddin selanjutnya dijebloskan ke penjara. Dia ditahan di masalah pendapat korupsi Dana Desa (DD) serta Budget Dana Desa (ADD) tahun 2015 serta 2016.

Saharuddin sah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros sehabis 2x pengecekan, baik jadi saksi ataupun terduga. Pemanggilan sebelumnya jadi terduga tidak dia gubris, sampai selanjutnya ditahan waktu hadir di pengecekan ke dua.

” Sejak mulai tempo hari kita telah tahan sehabis 2x kita panggil ia jadi saksi serta terduga. Kita tahan lantaran tidak koperatif serta tidak ada kemauan kembalikan kerugian negara, ” kata Kepala Kejari Maros, Noor Ingratubun, Kamis (04/04/2019) .

Hasil dari penyelidikan, Saharuddin disangka udah menyelewengkan keuangan desa dengan memark-up dana sejumlah program atau project yang diselesaikan oleh desa sepanjang dia menjabat. Perbedaan yang diketemukan Jaksa menggapai Rp 350 juta yang ditandai jadi kerugian negara.

” Dari penemuan kami, ada perbedaan budget kurang lebih Rp 350 juta dari apa yang udah diselesaikan. Macam-macamlah itu program desa yah, dimulai dengan jalan contohnya. Rata-rata ada markup tiap-tiap proyeknya, ” sambungnya.

Tidak cuma berstatus terduga dalam masalah DD serta DAD, Saharuddin ikut udah sah diputuskan jadi terduga dalam masalah project jembatan mangkrak di wilayahnya. Mangkraknya jembatan itu pernah viral lantaran udah bikin masyarakat serta siswa yang ingin ke sekolah terpaksa sekali berenang melalui sungai.

” Jadi penahanan ini bukan berkenaan masalah jembatan mangkrak yang udah kita tentukan jadi terduga. Masalah jembatan itu tetap masih dalam proses penyelidikan. Jadi terpisah kasusnya. Bila masalah penuntutan itu kelak kemungkinan dikombinasi, ” terangnya.

Sama dengan mekanisme, Penahanan itu bakal dikerjakan sepanjang 20 hari ke depan. Bila dirasa belum cukuplah, maka ditambah sepanjang 40 hari. Dia dijaring dengan kasus 2 subsider kasus 3 UU nomer 20 tahun 2001 jo UU nomer 31 tahun 1999 mengenai Tindak Pidana Korupsi dengan intimidasi sedikitnya 4 tahun penjara.