Dokter Di Duga Juga Menodongkan Senjata Api Kepada RT

Dokter Di Duga Juga Menodongkan Senjata Api Kepada RT – Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan menjelaskan, A. Anwari H. Kertahusada, dokter penganiaya juru parkir di Mal Gandaria City digunakan UU Darurat Nomer 12 Tahun 1951 terkait Senjata Api.

Menurut dia, UU itu digunakan buat semua laporan pendapat penganiayaan dengan memakai senjata api atau senapan angin yg dikerjakan Anwari. Didapati, ada empat laporan yg menyebutkan nama Anwari jadi terlapor. Dua laporan salah satunya yaitu penganiayaan dengan senjata.

“Terkena (UU Darurat). Siapa katakan tidak? UU Darurat yg disana (Mal Gandaria City), yg di sini pun (Pesanggrahan). Intinya yg ada senjatanya ya kami pakai, waktu tidak terkena,” tangkisnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/11).

Walaupun demikian, dia tidak merinci klausal di UU 12/1951 yg digunakan pada Anwari.

Laporan-laporan itu pertama, laporan penganiayaan pada petugas parkir di Mal Gandaria City, Diansyah Zuansyah (21). Pemeran tidak terima diminta uang parkir sebesar Rp 5 ribu. Dia pun minta juru parkir buat bersujud serta mencium kakinya dengan bahaya dapat menembak. Anwari juga pernah menembakkan senjata api ke langit-langit lantai basic mal itu.

Pada Jumat (6/10), Anwari dinaikkan statusnya jadi terduga. Dia dijaring dengan Klausal 335 terkait tindakan tidak menyenangkan serta Klausal 351 masalah penganiayaan, serta digunakan penahanan. Belumlah ada jeratan UU Darurat 12/1951 waktu itu. Tidak berlalu lama, polisi menunda penahanan Anwari.

Laporan selanjutnya ada sesudah Anwari dibatalkan penahanannya. Ia kembali menganiaya petugas grup penyelamatan serta seseorang RT dengan menodongkan senapan angin, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sekarang Anwari mendekam di Polres Jaksel.

Dua laporan yang lain, kata Iwan, yaitu terkait pendapat penganiayan Anwari waktu beradu mulut. Akan tetapi Kapolres malas menyampaikan dengan detil dua masalah itu.

Walau sudah lakukan penganiayaan dengan berulang, Iwan menjelaskan, pihaknya belum merencanakan buat tes kejiwaan pada bekas dokter RSPAD Gatot Soebroto itu.

Menurut Iwan, keadaan kesehatan Anwari masih masuk definisi baik. Hal semacam itu disaksikan dari metode Anwari menjawab tiap pertanyaan penyidik dengan lancar.

“Buat apa cek kejiwaan, saya belum berpikir buat cek ke sana. Selama ini lancar menjawab pertanyaan,” saya ia.