Faktor Ekonomi Jadi Alasan 9 Wanita Bandung Jajakan Diri di Pinggir Jalan

Faktor Ekonomi Jadi Alasan 9 Wanita Bandung Jajakan Diri di Pinggir Jalan – Sejumlah 9 orang wanita penjual sex komersial (PSK) terpaksa sekali merogoh kocek dalam-dalam. Mereka didenda hakim selesai dijaring petugas Satpol PP Kota Bandung berkat jajakan diri ditepi jalan buat mengajak pria hidung belang.

Sembilan wanita itu menekuni sidang tindak pidana gampang (tipiring) yg diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (23/11/2018) . Mereka dikira melanggar Ketetapan Daerah (Perda) K3 (Ketertiban, Kebersihan serta Keindahan) nomer 11 tahun 2015.

” Mengadili, menimbang denda Rp 600 ribu bila tak dibayar ditukar kurungan sepanjang tujuh hari, ” kata hakim tunggal, Rudi Martinus, kala membacakan amar putusannya.

Hakim pernah ajukan pertanyaan bab argumen mereka menjual diri ditepi jalan. Rata-rata dari mereka beralasan lantaran factor ekonomi. Mereka menyebutkan gak punyai pekerjaan beda buat dapatkan uang.

Hakim terus memberikan nasehat ke sembilan wanita itu. Hakim memohon biar sesudah persidangan, mereka gak kembali lagi jalan. Bahkan juga hakim mengintimidasi bakal berikan hukuman lebih berat seandainya mereka kembali diamankan serta diadili.

” Jangan sampai mengerjakan kembali, dapat tambah besar dendanya. Bila kerja dapat jadi apakah kek, demikian ya, ” kata Rudi.

Sembilan wanita itu terjaring operasi yg dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Bandung pada Kamis (22/11) sampai barusan pagi hari. Mereka diamankan di beberapa daerah dimulai dari Jalan Inggit Garnasih, Stasiun Barat sampai Otto Iskandardinata (Pasar Baru) .

” Totalnya yg kita amankan ada 9 orang. Seluruhnya dilaksanakan sidang tipiring, ” ujar Kasi Penyidik serta Pengumpulan bukti-bukti Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada pada tempat yg sama.