Jokowi-Ma’ruf Tidak Berikan Sumbangan Dana Kampanye Dari Kantong Pribadi

Jokowi-Ma’ruf Tidak Berikan Sumbangan Dana Kampanye Dari Kantong Pribadi – Team hukum paslon nomer urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menolak ada sumbangan pribadi Jokowi dalam dana kampanye Pemilihan presiden 2019 seperti yg ditunjuk oleh team Prabowo-Sandiaga dalam konflik pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK).

Team hukum menyebutkan ada kekeliruan input data sampai memberikan nama Jokowi jadi penyumbang dana kampanye.

Anggota team hukum Jokowi, Luhut Pangaribuan, menuturkan Jokowi ataupun Ma’ruf tidak berikan sumbangan dana kampanye dari kantong pribadi.

Ha ini diungkapkan Luhut kala berikan jawaban atas permintaan dalam tuntutan hasil Pemilihan presiden di MK jadi faksi berkaitan.

“Faksi berkaitan ingin menyatakan jika baik calon presiden atau calon wakil presiden 01 tak berikan sumbangan dana kampanye dalam kemampuan pribadi seperti yg disebut pemohon. Lewat kata lain, kaidah pemohon mengenai sumbangan pribadi Joko Widodo yakni tak benar,” kata Luhut kala membacakan jawaban jadi faksi berkaitan atas konflik pemilihan presiden di area sidang MK, Jakarta, Selasa (18/6).

Luhut memaparkan laporan pemakaian dana kampanye sebesar Rp19.558.272.030 (Rp19,5 miliar) yakni dana dari rekening yg dikendalikan Team Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf dengan nomer account 0230-01-003819-30-2 di BRI pada Team Kampanye Wilayah.

Pendapat dana dari kantong pribadi Jokowi nampak lantaran kekeliruan tehnis input data yg dibikin atas nama bekas wali kota Solo itu.

“Lantaran tehnis peng-input-an data sampai terdaftar nama pengirim Joko Widodo, walau sebenarnya nama pemilik rekening yakni TKN Jokowi-Ma’ruf Amin,” tukasnya.

Diluar itu, lanjut Luhut, sumbangan dana kampanye dari perseorangan, parpol, golongan atau tubuh upaya non-pemerintah sudah dikontrol serta sudah diverifikasi langsung oleh Kantor Akuntan Publik independent yg dipilih KPU yaitu Anton Silalahi.

“Sampai dakwaan pemohon mengenai sumber dana kampanye fiktif yakni tak benar lantaran sudah lewat proses audit oleh Kantor Akuntan Publik Anton Silalahi,” ujarnya.

Sesaat sumbangan dana kampanye dari perkumpulan Golfer TBIG pun diklaim Luhut sudah tercantum dalam laporan dengan cara jelas dengan ciri-ciri faksi yg berikan sumbangan.

“Karena itu menurut rincian itu, kaidah pemohon tak menurut hukum serta perlu untuk dikesampingkan,” ujarnya.

Dana kampanye ini awalnya diributkan oleh team hukum Prabowo dikarenakan ada ketidaksesuaian di antara LHKPN Jokowi dengan sumbangan dana kampanye pemilihan presiden.

Team Prabowo pun mempermasalahkan sumbangan dana dari Golfer TBIG yg tidak memberikan datanya dengan cara jelas.