Maria Pasrah Atas Tuntutan Hakim 6 Tahun Penjara

Maria Pasrah Atas Tuntutan Hakim 6 Tahun Penjara – Maria Leda Tondu cuma dapat pasrah waktu dengar jaksa menuntutnya 6 tahun penjara. Tindakannya membunuh sang buah hati hasil jalinan gelapnya, mesti dibayar dengan intimidasi kurungan.

Wanita asli Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga cuma dapat menitikkan air mata serta mengakui sudah menyesali tindakannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) J Effendi memandang, dia sudah dapat dibuktikan dengan menyengaja bertindak pembunuhan pada anak yang baru dilahirkannya.

“Menuntut terdakwa Maria Leda Tondu dengan hukuman 6 tahun penjara” tutur jaksa, Senin (18/3).

Jaksa mengatakan, terdakwa dengan menyengaja membunuh bayi yang baru dilahirkanya. Ia juga didakwa sama dengan masalah 341 KUHPidana.

Penasihat hukum Maria, Arip Budi Prasetijo mengatakan, berkaitan tingginya tuntutan pihaknya akan ajukan pembelaan pada persidangan yang akan datang. “Kita kemukakan pembelaan,” tukasnya.

Maria Leda Tondu didapati kerja menjadi pembantu rumah tangga (PRT) di dalam rumah Jou A Moy yang ada di Komplek Perumahan Kejawen Putih, Surabaya. Pekerjaan itu ia lakoni cuma untuk menutupi kehamilannya hasil dari jalinan gelap sang kekasih yang ada di NTT.

Pada saat terdakwa terasa kandungannya akan melahirkan, terdakwa selekasnya bergerak masuk ke kamar mandi untuk lakukan proses kelahiran sendiri. Demikian sang bayi lahir, terdakwa langsung membungkam mulut dan hidung sang bayi itu saat kira-kira 10 menit.

Sesudah meyakini bayi itu telah wafat, lalu terdakwa ambil tas kresek warna hitam yang telah disiapkan serta membuangnya dalam tempat sampah. Sampai pada akhirnya, mayat bayi itu diketemukan masyarakat serta polisi.