Persiapan Buat Perlindungan MK Bertambah Beberapa Kompi

Persiapan Buat Perlindungan MK Bertambah Beberapa Kompi – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menjelaskan faksinya mengimbuhkan banyaknya team keamanan di seputar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) berkaitan ide pendaftaran tuntutan hasil Pemilihan presiden 2019 oleh Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Persiapan buat perlindungan MK kita bertambah beberapa kompi,” kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/5).

Disamping itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan menjelaskan sekurang-kurangnya dapat ada delapan kompi atau seputar 800 team kombinasi TNI-Polri yg diturunkan buat mengerjakan perlindungan di seputar gedung MK.

“Yg ada pada kantor MK ada team kombinasi TNI-Polri ada 8 kompi,” sebut Harry waktu di konfirmasi.

Idenya, ini hari pasangan Prabowo-Sandi dapat ajukan permintaan konflik PHPU 2019 ke MK. Sedianya tuntutan itu didaftarkan Kamis (23/5) sore, tetapi gagal.

Juru Bicara Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menjelaskan team waktu ini sedang konsentrasi buat menyiapkan laporan penyimpangan pemilihan presiden 2019 itu ke MK.

“Kita sedang konsentrasi buat melapor ke MK ini hari,” kata Andre.

Disamping itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan belumlah ada ide perbuatan unjuk rasa di DKI Jakarta di hari ini.

Dedi mengemukakan faksinya belum terima surat pemberitahuan berkaitan gelaran perbuatan unjuk rasa sampai Kamis (23/5) malam.

“Hingga semalam, hasil pengaturan dengan intelijen, itu tidak ada, belumlah ada ya. Namun tidak paham bila pagi atau siang hari ini ada pemberitahuan. Harusnya tiga hari sebelum menjalankan demo, sesuai sama UU 9 Tahun 1998,” kata Dedi waktu dihubungi wartawan, Jumat (24/5).

Meskipun demikian, Dedi menegaskan aparat keamanan gak melemahkan penjagaan. Sekitar 58 ribu orang aparat kombinasi Polri serta TNI masih bersiaga di Jakarta.

Mereka ditugasi menyelamatkan Gedung KPU, Bawaslu, Mahkamah Konstitusi, Istana Kepresidenan, Gedung MPR/DPR, pusat ekonomi, serta objek krusial yang lain.