Polisi Gagalkan Penyelundupan Unggas yang Dilindungi Negara

Polisi Gagalkan Penyelundupan Unggas yang Dilindungi Negara – Bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Polisi menggagalkan penyelundupan unggas yang dilindungi negara. Lebih dari 100 unggas ditangkap petugas dari dua terduga.

Ke-2 terduga yaitu, berinisal P masyarakat Nganjuk serta E masyarakat Sidoarjo. Kedua-duanya diamankan di perairan Laut Jawa waktu akan mengirim satwa yang dilindungi negara dari Papua ke Jakarta.

Dari ke-2 terduga, petugas mengamankan 106 ekor unggas. Yang terbagi dalam 8 ekor merpati, 50 perkici tanimbar, 22 perkici pelangi, 8 nuri hitam, 1 kakatua alba, 8 burung betet serta 8 nuri bayan.

Dari keseluruhan unggas yang ditangkap, 16 salah satunya telah mati. Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Jawa timur AKBP Darman menjelaskan unggas itu disimpan di pipa yang sudah diubah aktor.

“Burung-burung itu disimpan di pipa paralon yang telah diubah,” kata Darman waktu dikonfimasi, Rabu (7/2/2019).

Darman memberikan, pihak kepolisian tahu pendapat penyeludupan itu dari sosial media Facebook (Fb). Menurut dia, ke-2 aktor pasarkan unggas-unggas langka itu di Fb.

“Kedua-duanya pasarkan burung-burung dilindungi ini dari sosial media Facebook,” lebih Darman.

Oleh aktor, burung-burung yang dilindungi itu di jual murah di sosial media. Karena tindakan, mereka dijaring Masalah 21 Ayat 2 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam serta Habitatnya dengan intimidasi 5 tahun penjara serta denda Rp 100 juta.

“Burung-burung ini di jual dari mulai beberapa ratus ribu sampai juta-an rupiah untuk yang termahal,” pungkasnya.