Rangkuman Abu Umar Urutan Menjadi Guru Bomber Bom Surabaya

Rangkuman Abu Umar Urutan Menjadi Guru Bomber Bom Surabaya – Syamsul Arifin alias Abu Umar diberi hukuman saat 10 tahun penjara oleh PN Jakbar. Dia dikatakan menjadi guru beberapa ‘pengantin’ bomber bom gereja di Surabaya.

Tersebut urutan Abu Umar seperti dirangkum, Senin (18/3/2019):

13 Mei 2018
Tiga gereja di Surabaya dibom dengan modus bom bunuh diri. Tempat pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tidak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, ke-2 Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 serta ke-3 Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.

Karena ledakan ini, beberapa puluh orang wafat banyak yang alami luka-luka.

15 Mei 2018
Abu Umar diamankan Densus 88 Antiteror di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Abu diamankan bersama dengan istri sirinya. Abu Umar adalah Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.

31 Juli 2018
Jamaah Ansharut Daulah (JAD) diputuskan menjadi korporasi yang mewadahi tindakan terorisme. PN Jaksel membekukan JAD.

7 Februari 2019
Jaksa menuntut Abu Umar saat 15 tahun penjara. Abu Umar dipandang melanggar Masalah 6 jo Masalah 15 UU Anti Terorisme. Masalah 6 berbunyi:

Tiap-tiap orang yang dengan menyengaja memakai kekerasan atau intimidasi kekerasan memunculkan situasi teror atau perasaan takut pada orang dengan meluas atau memunculkan korban yang berbentuk massal, lewat cara merebut kemerdekaan atau hilangnya nyawa serta harta benda orang yang lain, atau menyebabkan rusaknya atau kehancuran pada obyek-obyek penting yang strategis atau lingkungan hidup atau sarana publik atau sarana internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara sangat singkat 4 tahun serta sangat lama 20 tahun.

Masalah 15

Tiap-tiap orang yang lakukan permufakatan jahat, eksperimen, atau pembantuan untuk lakukan tindak pidana terorisme seperti disebut dalam Masalah 6, Masalah 7, Masalah 8, Masalah 9, Masalah 10, Masalah 11, serta Masalah 12 dipidana dengan pidana yang sama menjadi aktor tindak pidananya.

15 Maret 2019
PN Jakbar menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara pada Abu Umar. PN Jakbar pun memberi kompensasi sebesar Rp 1,18 miliar dibagi untuk 17 orang korban bom di Surabaya lewat Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK).