Sebuah Rumah di Tanah Tinggi Jakpus Roboh dan Tewaskan 3 Orang

Sebuah Rumah di Tanah Tinggi Jakpus Roboh dan Tewaskan 3 Orang – Suatu rumah di lokasi Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, tumbang serta menewaskan 3 orang dan melukai 10 orang yang lain. Bangunan yang terdiri dalam tiga lantai ini nyata-nyatanya tdk miliki izin.

Penduduk ditempat awal kalinya menyebutkan kalau bangunan yang tumbang ini sudah sempat disegel, tapi pembangunannya senantiasa diteruskan. Lurah Tanah Tinggi Imran Mansur menjelaskan, rumah ini memang mempunyai masalah.

” Terkait problem pembangunan itu, dari pihak kecamatan serta Dinas Citata (Dinas Cipta Karya, Tata Ruangan serta Pertanahan) tak pernah keluarkan izin. Mengapa disegel, lantaran tdk ada mengatur izin. Jadi implementasi pembangunan ini tidak adanya konfirmasi atau SOP dari pihak Dinas Citata sendiri, ” tutur Imran pada wartawan di area, Jalan Pulo Gundul, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/4/2019) .

” Ini tidak ada izinnya, tidak sempat benar-benar dikeluarkan, ” sambungnya mengatakan.

Imran menjelaskan harusnya rumah ini tdk bisa dibuat tiga lantai. Ia belum jelas mengapa rumah ini dapat tumbang, apa fondasinya sesuai sama detail atau mungkin tidak, serta yang lain. Menurut dia itu kedepannya ranah polisi buat menyampaikan.

Waktu diberi pertanyaan bagaimana bangunan ini dapat tetap dibuat sesaat tdk ada izin, Imran belum dapat memberi komentar banyak. Ia menyebutkan Dinas Citata sendiri udah keluarkan surat perintah bongkar.

” Sesaat ini dari pihak kita belumlah ada kekuatan buat melarang problem itu, lantaran problem pembangunan ini kan dari pihak Dinas Citata sendiri udah keluarkan surat perintah bongkar, lantaran tak pernah keluarkan izin. Itu sebagai masalah, kita tidak tahu kalau penopang buat bangunan tiga lantai itu, kita tidak tahu kekuatannya. Bila contohnya telah ada izin, tentunya itu dapat ada studi pembangunan itu, ” katanya.

Polisi sendiri udah lakukan olah tempat peristiwa masalah (TKP) . Olah TKP dilaksanakan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Kanit Reskrim Polsek Tanah Tinggi Iptu M Rashid menjelaskan olah TKP ini buat mencari tahu yang memicu robohnya rumah.

” Yang pasti, kita dari pihak kepolisian udah menyebut team identifikasi dari Mabes Polri, ini dapat dilaksanakan pengumpulan bukti-bukti selanjutnya problem bangunan ini sama pihak identifikasi Mabes Polri, ” kata Rashid di area.

Rashid menjelaskan perkara ini dikerjakan Polres Jakarta Selatan. Sampai kini udah ada saksi yang dicheck polisi seperti Ketua RT 04, dan penduduk yang di sisi kanan serta kiri rumah. Rashid menjelaskan izin pembangunan rumah ini mempunyai masalah.

” Yang pasti bila memandang dari bangunannya, dari izinnya saja udah mempunyai masalah. Yang pasti ini ada pidananya. Peluang ini dapat kita gunakan Klausal 359 serta 360 KUHP, dengan intimidasi hukuman 5 tahun penjara serta 1 tahun kurungan, lantaran lalainya akibatkan orang wafat atau luka berat, ” tuturnya.