Seorang Pemandu Wisata Nekat Perkosa Turis Wanita Di Rimba Air Terjun Cunca Wulang

Seorang Pemandu Wisata Nekat Perkosa Turis Wanita Di Rimba Air Terjun Cunca Wulang – Nasib nahas di alami seseorang wanita asal Prancis berinisial MB (22) kala berlibur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. MB diperkosa seseorang pemandu wisata terlepas berinisial A, selesai mengantarnya nikmati keindahan obyek wisata air terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat.

” Sepulangnya dari area air terjun Cunca Wulang, pemeran mengajak korban utk terjalin tubuh, akan tetapi korban menampik ajakan pemeran akan tetapi pemeran mengintimidasi andaikan tak ingin terjalin tubuh pemeran mengintimidasi dapat menyebut teman-temannya utk memperkosa korban, ” kata Kabid Humas Polda NTT, Jules Abharam Abast kala dilakukan konfirmasi Kamis (21/6).

Menurut Jules, korban kala ini diantar serta melalui jalan yg ada kawan-kawan pemeran tengah pesta minuman keras. Korban yg ketakutan dengan ancaman itu maka menuruti nafsu bejat pemeran.

” Dengan terpaksa sekali korban ikuti ajakan pemeran utk terjalin tubuh di rimba, ” kata Jules.

Sehabis melampiaskan nafsunya pemeran mengantarkan korban kembali lagi tempat penginapanny di Labuan Bajo. Saat di hotel pemeran pernah pingin kembali memerkosa korban.

” Akan tetapi korban beralasan sakit maka memohon diantarkan ke tempat tinggal sakit, ” pungkasnya.

Lantas pemeran mengantarkan korban ke RS Siloam Labuan Bajo. Sesudah tiba dirumah sakit pemeran meninggalkan korban serta melarikan diri.

” Kita mampu beberapa ciri pemeran. Pemeran masihlah dalam pengejaran serta pelacakan oleh Sat Reskrim Polres Mabar, ” kata dia.

Dia memaparkan, moment ini berjalan pada Selasa, 12 Juni 2018, sore. Persoalan dugaan pemerkosaan oleh pemandu wisata terlepas di Labuan Bajo ini lantas dilaporkan ke kepolisian, Rabu (13/6) sore.

” Pemeran tawarkan dapat membawa korban utk trip serta sepakat menuju air terjun Cunca Wulang dengan memanfaatkan motor, ” ujarnya.

Dari info populasi pemandu wisata pemeran dikira menjadi guide illegal. Polisi sekarang tengah memburu pemeran serta bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Prancis berkaitan nasib dirasakannya warganya.

” Sesaat korban dilaporkan udah kembali lagi Jakarta Senin tempo hari, ” tandasnya.